Monday, 3 July 2017

Julian Draxler Dapat Bola Emas, Claudio Bravo Jadi Kiper Terbaik


Jakarta - Kapten timnas Jerman, Julian Draxler, meraih penghargaan bola emas di Piala Konfederasi 2017. Sementara gelar kiper terbaik di sandang oleh Claudio Bravo.

Jerman menjadi juara Piala Konfederasi 2017 setelah mengalahkan 1-0 di babak final. Dalam pertandingan di Krestovsky Stadium, Senin (3/7/2017) dinihari WIB, Lars Stindl menjadi penentu kemenangan Die Mannschaft dengan golnya pada menit 20.
 
Di sepankang turnamen, Draxler yang merupakan pemain senior di tim Jerman di Piala Konfederdasi 2017 bisa memimpin para pemain muda untuk mengeluarkan pemain terbaiknya.

Draxler yang menjadi motor di lini tengah, juga memberikan kontribusi sebanyak satu gol dan satu assist di sepanjang turnamen di Rusia itu.

Sementara itu, Claudio Bravo mendapatkan anugerah sarung tangan emas. Dia yang baru bermain di laga terakhir fase grup, menunjukkan penampilan yang oke saat turun dalam tiga laga.

Penampilan sensasional Bravo disuguhkan saat melawan Portugal di babak semifinal, Dia mampu menepis tiga tendangan penalti para pemain Selecao das Quinas, utnuk membawa La Roja lolos ke final.

Sementara itu, penghargaan sepatu emas diraih oleh Timo Werner. Dia mengoleksi gol sama dengan Leon Goretzka dan Lars Stindl, dengan catatan tiga gol. Tapi, dia mampu menyumbangkan dua assist, salah satunya yang mengantarkan Jerman menjadi juara Piala Konfederasi 2017.
 

Jerman Juara Piala Konfederasi 2017


Saint Petersburg - Tim nasional Jerman sukses memenangi Piala Konfederasi 2017. Die Mannschaft menang tipis 1-0 atas Chile di laga final.

Dalam pertandingan di Krestovsky Stadium, Senin (3/7/2017) dinihari WIB, Chile memulai dengan agresif. Mereka mencoba menguasai permainan sejak awal sementara Jerman lebih defensif.

Chile mengancam di lima menit pertama lewat sepakan Arturo Vidal, tapi bisa dihalau Marc-Andre ter Stegen. Percobaan lain dari Vidal di menit ke-19 ditepis, bola pantulan dicocor Alexis Sanchez tapi cuma melebar.

Jerman malah memetik keunggulan di menit ke-20 lewat kesalahan fatal Chile. Marcelo Diaz yang bermain-main dengan bola di pertahanan sendiri kehilangan penguasaan.

Bola diserobot Timo Werner yang kemudian mengoper ke Lars Stindl. Stindl dengan leluasa menceploskan bola ke dalam gawang kosong yang ditinggalkan Claudio Bravo saat mencoba memblok umpan Werner.

Jerman yang mengincar lewat serangan balik beberapa kali mengancam. Sepakan Leon Goretzka dan Julian Draxler di menit ke-36 dan 40 cuma berakhir melebar.

Kesalahan lain dari Chile nyaris berujung gol kedua untuk Jerman jelang babak pertama berakhir. Gonzalo Jara salah mengoper dan bola jatuh ke kaki Draxler yang meneruskannya ke Goretzka. Tapi penyelesaian Goretzka bisa dihalau Bravo.

Chile mendapatkan kans bagus di menit ke-74 dan 75. Sepakan Eduardo Vargas dari tengah kotak penalti bisa ditangkap Ter Stegen, sementara upaya Vidal tak lama berselang ditepis.

Chile terus menekan di sisa waktu. Upaya Angelo Sagal dari tengah kotak penalti di menit ke-84 melambung, sementara eksekusi tendangan bebas Sanchez di masa injury time ditepis.

Skor tak berubah sampai laga selesai. Jerman pun tampil sebagai juara Piala Konfederasi 2017.
 
Susunan pemain:Chile: Bravo; Isla, Jara, Medel, Beausejour; Marcelo Diaz (Valencia 53'); Aranguiz (Sagal 81'), Hernandez; Vidal; Sanchez, Vargas (Puch 81')Jerman: Ter Stegen; Ginter, Mustafi, Rudiger; Kimmich, Rudy, Goretzka (Suele 92'), Hector; Stindl, Werner (Can 79'), Draxler 

(FAZ/ www.garasigaming.com )

Saturday, 1 July 2017

Final Piala Konfederasi, Duel Kiper "Pembunuh" Penalti


Jakarta - Claudio Bravo mengundang atensi cukup besar menjelang final Piala Konfederasi 2017 antara Cile dan Jerman di Stadion Krestovsky, Minggu (2/7/2017).
Maklum, penjaga gawang berusia 34 tahun itu menjadi protagonis utama saat Cile menyingkirkan Portugal pada babak semifinal. Dia menggagalkan eksekusi Ricardo Quaresma, Joao Moutinho, dan Luis Nani dalam drama adu penalti.
Rekaman tersebut menambah deretan kesuksesan Claudio Bravo khusus duel titik putih setelah final Copa America 2015 dan 2016. Dengan begitu, dia selalu memenangi tiga adu penalti terakhir bersama negaranya.

Atas dasar itu, Bravo mendapatkan apresiasi dari Jaochim Loew selaku pelatih lawan menjelang partai puncak.
"Cile memiliki pemain hebat yang bisa mencetak gol dari titik putih. Namun, Bravo juga berperan penting. Dia merupakan 'pembunuh' penalti," ucap Loew.

Predikat 'pembunuh' penalti memang pantas disematkan kepada Bravo. Dia telah mengonfirmasi pula ketika menghadapi eksekutor pada waktu normal.
Total, kiper milik Manchester City itu sudah menggagalkan sepuluh eksekutor sepanjang kariernya, termasuk nama-nama besar seperti Ronaldinho, Robin van Persie, Cesc Fabregas, dan Luis Suarez.
Menghitung total 27 kemasukan dari titik putih, Bravo berarti mencatatkan rapor kesuksesan 27 persen.
Hanya, pujian Loew kepada Bravo bukanlah berarti rasa gentar apabila pemenang Piala Konfederasi harus ditentukan lewat babak "tos-tosan".
"Kami akan menghindari itu. Namun, kami juga tidak memendam kekhawatiran karena memiliki sejumlah pemain hebat untuk penalti," kata Loew.


Tidak cuma eksekutor, Jerman juga bermodalkan Marc-Andre ter Stegen. Pemilik nama terakhir pantas mendapatkan label 'pembunuh' penalti seperti halnya Bravo.
Dia menaklukkan delapan dari total 33 penendang sepanjang karier atau mencatatkan rapor kesuksesan 24 persen.
Perlu dicatat pula, Sergio Aguero, Edin Dzeko, dan Thomas Mueller meramaikan daftar korban Ter Stegen.

Jam terbang di level internasional menjadi pembeda antara Ter Stegen dan Bravo. Nama yang disebutkan pertama belum pernah melakoni adu penalti bersama timnas.
Maklum, jumlah penampilan Ter Stegen bersama Jerman baru 13 kali karena dirinya sekadar menjadi pelapis Manuel Neuer.
Kemenangan lewat adu penalti Jerman atas Cile mungkin belum cukup buat Ter Stegen menggusur Neuer. Namun, dia setidaknya membuktikan lebih baik ketimbang Bravo, sosok yang sempat memaksa dirinya jadi kiper spesialis turnamen di Barcelona
Berikut ini adalah daftar penalti yang digagalkan Claudio Bravo:
16/11/2016: Cile vs Uruguay, Luis Suarez
02/10/2016: Tottenham Hotspur vs Manchester City, Erik Lamela
17/08/2016: Barcelona vs Athletic Bilbao, Vicente Iborra
18/04/2015: Barcelona vs Valencia, Dani Parejo
11/10/2014: Cile vs Peru, Paolo Guerrero
05/11/2013: Real Sociedad vs Manchester United, Robin van Persie
30/10/2013: Real Valladolid vs Real Sociedad, Patrick Elbert
02/11/2011: Spanyol vs Cile, Cesc Fabregas
31/10/2010: Malaga vs Real Sociedad, Apono
08/09/2008: Cile vs Brasil, Ronaldinho
Berikut ini adalah daftar penalti yang digagalkan Marc-Andre ter Stegen:
13/08/2016: Barcelona vs Celtic, Moussa Dembele
24/11/2015: Barcelona vs AS Roma, Edin Dzeko
18/03/2015: Barcelona vs Manchester City, Sergio Aguero
09/08/2013: Bayern Muenchen vs Borussia Moenchengladbach, Thomas Mueller
31/10/2012: Fortuna Duesseldorf vs Borussia Moenchengladbach, Jens Langeneke
26/09/2012: Borussia Moenchengladbach vs Hamburg SV, Rafael van der Vaart
23/09/2012: Bayer Leverkusen vs Borussia Moenchengladbach, Andre Schuerrle
21/06/2009: Borussia Moenchengladbach vs VfB Stuttgart, Pascal Breier